Mengapa Virus Corona Baru Ditemukan di Indonesia?


Indonesia secara resmi mengonfirmasi kasus virus corona atau Covid-19 di dalam negeri. Presiden Jokowi pada Senin (2/3) mengumumkan dua orang Indonesia positif terinfeksi virus tersebut. Kasus corona di Indonesia terbilang baru dibanding negara tetangga yang lebih dulu memiliki pasien infeksi ini, dan jumlahnya puluhan bahkan ratusan.

Ada beberapa hal yang mengganjal dari pemberitaan yang hadir mengenai virus corona, entah apakah Indonesia sedang menutupi kenyataan bahwa negara ini sudah terjangkit dari awal atau memang baru teridentifikasi saat ini.

Bahkan 3 Negara Maju meragukan Indonesia dalam menangani virus corona. Negara tesebut adalah Australia, Amerika Serikat, dan Kanada melalui representatifnya. Mereka mengatakan bahwa Indonesia belum siap menangani virus corona.

Jadi, apa saja alasan dibalik baru ditemukannya kasus virus corona di Indonesia?


Masa inkubasi virus lama

Inilah yang jadi masalah, masa inkubasi virus yang terbilang lama, sekitar 3 hingga 14 hari pada kasus umumnya. Nah, masa inkubasi itu adalah suatu periode dimana virus belum dapat dideteksi, sederhananya.

Warga Negara Indonesia Bersikap Bodo Amat
Ini adalah skenario terburuk, mengapa? Warga Negara Indonesia sebenarnya banyak yang tidak tahu menahu dan bersikap bodoamat. Banyak juga yang merasa kalau ada demam, flu, sakit di organ dalam sebagai hal biasa jadi tidak perlu ke rumah sakit kecuali kalau kasusnya parah. Ini yang sering terjadi di negara tercinta ini, warganya terkesan santuy.

Sekedar fakta saja, ada beberapa kasus kematian akibat pneumonia tetapi penyebabnya tidak dipublikasikan dengan jelas. Padahal, virus covid-19 bisa menyebabkan inflamasi pada paru-paru serta pneumonia.

Alat di Indonesia kurang memadai
Walaupun Indonesia mendapatkan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan melaksanakan pemeriksaan sesuai prosedur, tetapi penyebarannya tidak merata. Indonesia negara yang amat luas dan berbentuk kepulauan, belum lagi ketimpangan sosial yang benar-benar nyata, bukankah fasilitas kesehatan di pedesaan menimbulkan problema yang lebih serius?

Menurut kamu aneh ga sih? Soalnya ada WNI dinyatakan positif virus corona, tetapi hal itu dideteksinya di negara lain. Apa benar negara kita tidak mampu mendeteksinya?


Indonesia takut ekonominya memburuk
Indonesia mempunyai penduduk 260 juta, rasanya amat tidak mungkin apabila baru beberapa hari lalu teridentifikasi padahal Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang menetapkan status siaga. Yang dikhawatirkan adalah, bahwa sebenarnya sudah ada virus di Indonesia namun pemerintah tidak memberikan konfirmasi karena takut apabila warganya dilanda kekacauan akan berimbas pada ekonomi dan menyebabkan chaos.

Apalagi ditambah dengan jumlah penduduk Indonesia yang tergolong padat. Maka, kalau merebak virus ini, Indonesia bakal jadi yang terbanyak karena masyarakat yang bersifat abai, sehingga ekonomi negara ini jadi kacau balau.

Terlalu percaya diri
Ah, lagu lama ini. Ketika Profesor dari Harvard University meragukan tidak adanya virus di Indonesia, justru pemerintah menangkisnya dengan mewartakan bahwa pemerintah sudah transparan.

Di media forum internet sejagad pun banyak yang membuat status, "Indonesia kan negara iklim tropis, virusnya ga kuat." Emang Singapura dan Malaysia iklimnya apa ya?

Sistem imun WNI kuat
Baru kali ini saya menemukan pernyataan yang lucu. Bukan begitu dong. Bahkan WHO aja memberikan pernyataan bahwa semua negara bisa kena tidak peduli sistem imunnya. Kembali lagi pada poin pertama tadi.

Dunia ini pernah mengalami pandemik Influenza yang kala itu merenggut 40 hingga 100 juta nyawa manusia. Indonesia diprediksi mortalitas di pulau Jawa sebesar 1,5 juta, namun yang mengejutkan adalah kematian warga negara Indonesia di pulau Jawa lebih dari itu, yaitu 4,26-4,37 juta nyawa melayang. Hal tesebut cukup untuk membantah bahwa imun WNI tidak kuat-kuat amat. (Sumbernya cari sendiri, di gugle banyak)

Mengejutkan sekali bahwa pandemik influenza menyebar lebih banyak dari dugaan, bisa 2x lipat lebih. Kantor Hindia Belanda yang berpusat di Singapura pernah memberikan peringatan pada Batavia untuk waspada terhadap kapal yang datang dari Hong Kong dikhawatirkan menyebarkan wabah virus.

Benar saja, peringatan tersebut tidak digubris. Banyak yang salah diagnosa, entah kenapa Indonesia sering salah diagnosa, apa virus corona juga salah satu di antaranya? Mengenai pandemik influenza tersebut didapat dari sumber buku "Yang Terlupakan Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda". (E-book nya bisa di downloa di academia.edu).

Belum ada virus bukan berarti harus santuy, belum adanya yang terinfeksi virus di tempatmu bukan berarti kamu bisa tenang, tetaplah jaga kesehatan apalagi sekarang lagi musim hujan.

Dan tolong, Warga Negara Indonesia tidak boleh bersikap abai pada hal-hal kecil, kalau ada apa-apa langsung lapor. Takutnya nanti ada yang terinfeksi virus corona karena bersikap bodoamat akhirnya menyebar hingga ke ribuan orang.

Mari kita berharap bahwa Indonesia adalah negara yang beruntung.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Virus Corona Baru Ditemukan di Indonesia?"

Posting Komentar